Selasa, 22 Maret 2011

WORKSHOP POTENSI TANAMAN CENGKEH DAN TEMBAKAU

KAJEN - Dalam rangka optimalisasi sumber daya alam di suatu daerah ada beberapa hal yang dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas SDA yang sudah ada atau dengan mencari alternative baru suatu sumber produksi yang berbasis biomasa. Maka, Selasa, 22 Maret 2011, bertempat di Aula Lt. 1 Setda Kab. Pekalongan, diadakan Workshop Potensi Tanaman Cengkeh dan Tembakau, menghadirkan narasumber Kepala Pusat Data SDA dan Tekhnologi Terapan (PUSDATT) UGM, Ir. Susilo, dengan materi Hasil kajian kelayakan budidaya tanaman tembakau di Kabupaten Pekalongan. Ir Slamet Suradi selaku Bagian Purchasing PT Djarum Kudus dengan membawakan materi mengenai Peluang pasar dan kebutuhan cengkeh dan tembakau bagi produksi rokok di Jawa Tengah / DIY. Dan Ketua DPD Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Jawa Tengah, N. Wisnubrata, SE, yang akan berbagi pengalaman tentang budidaya Tembakau di Kabupaten Temanggung. Bertindak selaku moderator Ir. Irwan Intadi, Kabid Perkebunan DP3K Kab. Pekalongan.

Acara dibuka dengan Laporan Penyelenggara oleh Kepala Bagian SDA, Dra. Hendriati, dan pembacaan sambutan Bupati Pekalongan oleh Asisten III, H. Moh. Afib, S. Sos, sekaligus berkenan membuka acara tersebut. Dalam sambutan nya, hasil workshop diharapakan dapat ditindaklanjuti oleh para stakeholders sebagai salah satu upaya divesifikasi komoditi perkebunan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta PAD. Kabupaten Pekalongan sangat cocok untuk pengembangan tanaman cengkeh dan memiliki potensi untuk pengembangan tanaman tembakau yang bermanfaat untuk bahan baku rokok , racun serangga, pengusir nyamuk dan bio pestisida. Sedangkan cengkeh dapat menjadi bahan baku rokok, bahan baku obat dab juga kosmetik yang dapat menjadi peluang untuk dikembangkan.
 Berdasarkan hasil kajian ada beberapa Kecamatan di Kab. Pekalongan yang merupakan daerah dataran tinggi dan rendah yang berpotensi untuk dibudidayakan tanaman tembakau yaitu kec. Bojong, Karanganyar, Karang Dadap Kedungwuni Buaran, Doro, Talun, Kajen dan Wonopringgo. (sunny)